Yang paling utama yang harus dilakukan ketika menulis postingan ini adalah mengucap syukur Alhamdulillah Wasyukurillah, karena atas kemauan Nya lah, aku masih dipertemukan dengan bulan suci ramadhan tahun ini.
Selanjutnya yang ingin dibagi adalah perihal update situasiku sekarang meskipun ini terkesan gak penting. Daaannn... jeng jeng, bulan ini aku resmi menganggur lagi. Udah dua minggu lebih jadi job seeker tanpa ada panggilan interview satupun. Alhamdulillah, harus bersyukur aja karena mungkin belum rezeki.
Dan yang perlu di update lagi adalah sesuatu yang cukup mengganggu yaitu peristiwa kaburnya si partner in crime alias pasangan ganda putri alias yantchan ke Malang dalam rangka mengejar jodoh. Hal ini cukup ngeganggu karena aku dipastikan kemana-mana bakal main tunggal. Dan, kota medan kehilangan satu orang gak waras lagi setelah ira the alien yang pergi migrasi terlebih dahulu.
Update an lainnya adalah secara ajaib aku dipertemukan kembali dengan sahabat gila lama riskut yang juga senasib seperjuangan jadi pengangguran. al hasil kemaren kita cari kerja barengan dan saling bilang "setelah 7 tahun kita berdua entah saling kemana-mana, kita dipertemukan lagi dalam keadaan sama-sama jobless"
journey masing-masing orang kadang-kadang lucu dan gak terduga.
Okelaaah, kalo gitu udah dulu update annya, entah kenapa aku ngerasa kaku nulis lagi setelah sekian lama vacum. semoga kedepannya ada gak ada waktu tetep konsisten nulis. meskipun cuma tulisan gak jelas juntrungannya di blog.
byee..
happy nice ramadhan buddy
iyattt
Jumat, 17 Juni 2016
Kamis, 11 Februari 2016
Gelombang
Aku terlalu tua untuk didera gelombang..
Berharap ini hanya serotonin sementara
Bukankah aku ditakdirkan untuk selalu bermain tunggal?
Tanpa perlu membelah hati,
Tanpa perlu menjadi bergantung
Tapi ketakutan itu kian dekat merapat
Serasa ingin mendekap
Butir butir rindu kemudian menggenangi seluruh rongga, mengudara
Haruskah aku pergi lagi
Dari ruang yang perlahan menghantarkan rasa nyaman
Haruskah terus aku berlari
Mencari suaka yg aman
Tanpa perlu merasa terikat
Salahkah semua yg kumulai begitu saja
Hingga kini semakin jelas bentuk dan maknanya
Mungkin memang semua salah
Salah
Aku merasa bodoh
Iyat
*disela sela pikiran dideportasi
Berharap ini hanya serotonin sementara
Bukankah aku ditakdirkan untuk selalu bermain tunggal?
Tanpa perlu membelah hati,
Tanpa perlu menjadi bergantung
Tapi ketakutan itu kian dekat merapat
Serasa ingin mendekap
Butir butir rindu kemudian menggenangi seluruh rongga, mengudara
Haruskah aku pergi lagi
Dari ruang yang perlahan menghantarkan rasa nyaman
Haruskah terus aku berlari
Mencari suaka yg aman
Tanpa perlu merasa terikat
Salahkah semua yg kumulai begitu saja
Hingga kini semakin jelas bentuk dan maknanya
Mungkin memang semua salah
Salah
Aku merasa bodoh
Iyat
*disela sela pikiran dideportasi
Selasa, 02 Februari 2016
Sign? No sign?
Lama-lama kita saling mengerti, seakan ada petanda petanda yang hanya kita berdua yang paham maknanya.
Kau mulai jatuh, sementara aku memikirkan cara untuk tetap teguh. Jangan terbawa arus sayang, moment ini tak akan lama. Karena kelak hanya kecewa yang kau dapat.
Tapi dalam guliran hari hari, mengapa semakin sulit kita menghindar, kita masuki lagi pusaran yang sama. Sejak kapan genggaman tanganmu begitu nyaman. Sejak kapan bahumu menjadi begitu akrab untuk bersandar
Tak bisa kupungkiri, aku membutuhkanmu disini..
Namun jika kelak aku pergi, lanjutkanlahh..
Hidupmu yg kembali tanpa aku..
Hidupmu yg damai tanpa riak
Mungkin aku cuma si numpang lewat
Iyat
Awal februari tahun ini
Efek curcol
Kau mulai jatuh, sementara aku memikirkan cara untuk tetap teguh. Jangan terbawa arus sayang, moment ini tak akan lama. Karena kelak hanya kecewa yang kau dapat.
Tapi dalam guliran hari hari, mengapa semakin sulit kita menghindar, kita masuki lagi pusaran yang sama. Sejak kapan genggaman tanganmu begitu nyaman. Sejak kapan bahumu menjadi begitu akrab untuk bersandar
Tak bisa kupungkiri, aku membutuhkanmu disini..
Namun jika kelak aku pergi, lanjutkanlahh..
Hidupmu yg kembali tanpa aku..
Hidupmu yg damai tanpa riak
Mungkin aku cuma si numpang lewat
Iyat
Awal februari tahun ini
Efek curcol
Jumat, 04 Desember 2015
Penghujung tahun ini
Holla, tanpa terasa kita udah berada di penghujung tahun. Akhirnya saya menulis lagi, dan akhirnya saya posting lagi. Postingan ini saya tulis dalam keadaan mood yg normal di rumah kontrakan saya, dan tepatnya sedang berada di samping ira yang saat ini tidur melintang di belakang pintu kontrakan persis palang pintu. Yak, itu tidak penting dan mari kita lanjutkan saja postingan ini
tanpa terasa desember hadir lagi. ini adalah desember pertama saya tidak berada di kota medan dan sekitarnya. Desember pertama saya tidak berada dekat dengan mamak, papa, dan si littlecrazy aii. meskipun penghujung tahun di dekat mereka, kami tak selalu melakukan ritual menyambut tahun baru yg spesial, saya tetap merindukan penghujung tahun bersama mereka.
Desember ini saya yakin tetap bekerja seperti biasanya, tetap berhadapan dengan seperangkat komputer dan sinar merah scanner yg kadang bikin silau. Tapi its oke, i will always oke. Apalagi selama ada ira. Si nenek lampir cerewet dan agen yang bisa diandalkan.
Tiga bulan ini begitu banyak hal yang saya sangat rindukan, naik gunung bersama lensa alam, doing something silly with yantchan, bahkan makan masakan mamak.
Tahun ini dipastikan tidak akan ada perayaan apa apa. Saya pasti akan bekerja seperti hari biasanya. bertemu dengan rekan kerja seperti biasa, dan istirahat sperti biasa. Saya belum tahu pasti bagaimana tempat ini menyambut tahun baru. Saya hanya berharap akan ada yg menarik.
Tiga bulan ini, saya berusaha menemukan ritme hidup yang baik. Tapi tampaknya saya terlalu malas. Mungkin saya harus sering sering mengingatkn diri sendiri untuk mulai memperbaiki pola hidup.
Desember ini saya harap akan menjadi desember yg baik hati. Semoga.
Iyatt
tanpa terasa desember hadir lagi. ini adalah desember pertama saya tidak berada di kota medan dan sekitarnya. Desember pertama saya tidak berada dekat dengan mamak, papa, dan si littlecrazy aii. meskipun penghujung tahun di dekat mereka, kami tak selalu melakukan ritual menyambut tahun baru yg spesial, saya tetap merindukan penghujung tahun bersama mereka.
Desember ini saya yakin tetap bekerja seperti biasanya, tetap berhadapan dengan seperangkat komputer dan sinar merah scanner yg kadang bikin silau. Tapi its oke, i will always oke. Apalagi selama ada ira. Si nenek lampir cerewet dan agen yang bisa diandalkan.
Tiga bulan ini begitu banyak hal yang saya sangat rindukan, naik gunung bersama lensa alam, doing something silly with yantchan, bahkan makan masakan mamak.
Tahun ini dipastikan tidak akan ada perayaan apa apa. Saya pasti akan bekerja seperti hari biasanya. bertemu dengan rekan kerja seperti biasa, dan istirahat sperti biasa. Saya belum tahu pasti bagaimana tempat ini menyambut tahun baru. Saya hanya berharap akan ada yg menarik.
Tiga bulan ini, saya berusaha menemukan ritme hidup yang baik. Tapi tampaknya saya terlalu malas. Mungkin saya harus sering sering mengingatkn diri sendiri untuk mulai memperbaiki pola hidup.
Desember ini saya harap akan menjadi desember yg baik hati. Semoga.
Iyatt
Minggu, 08 November 2015
November tiba,
Udara masih diselimuti kabut asap, meski tak setebal pertama kali aku menginjakkan kaki disini,
Aku menengadah dan rembulan jingga itu masih ada...
Tiba tiba saja kota ini tak seasing pertama kali
Memulai hari dengan perasaan tak siap bukanlah sebuah pilihan
Dan sudut ruangan dengan meja dan seperangkat komputer itu bukan seperti yang ada di benakku
Namun tak pantas kusampaikan penyesalan
Semua adalah pilihan yg sudah kueksekusi sendiri
Aku hanya mampu menstandartkan segala tahap tahapnya
Yg kadang tak sesuai logika manusia awam,
Perlahan aku kembali belajar
Mempelajari apapun itu
Termasuk mereview apa yg telah lewat
Masih banyak yg tak kutahu
Masih banyak yg sulit kuterima
Dari tahap tahap itulah aku akan berbenah sedikit demi sedikit
Ditempat ini aku membenci diam dan keheningan,
Membuatku merindu apa yang kujalani dulu
Rutinitas yg dulu ingin kutinggalkan
Malah kini sangat ingin kulakukan lagi
Aku rindu rasa dibutuhkan
Aku rindu detak detik jam yang berlalu cepat
Aku rindu kekumalan itu dan semua detail detailnya
Tempat yang dulu selalu membuatku merasa di remehkan, betapa ingin kudekap dan kuraba erat
November telah tiba
Namun belum kuketahui juga sebagai apa aku berlakon
Apakah aku sepenjaga, ataukah aku si pencari?
Rasanya, aku hanya ingin tempat itu, tempat aku bisa menguapkan rindu..
Iyatt
8 november 2015
Hujan buatan telah turun...
Aku menengadah dan rembulan jingga itu masih ada...
Tiba tiba saja kota ini tak seasing pertama kali
Memulai hari dengan perasaan tak siap bukanlah sebuah pilihan
Dan sudut ruangan dengan meja dan seperangkat komputer itu bukan seperti yang ada di benakku
Namun tak pantas kusampaikan penyesalan
Semua adalah pilihan yg sudah kueksekusi sendiri
Aku hanya mampu menstandartkan segala tahap tahapnya
Yg kadang tak sesuai logika manusia awam,
Perlahan aku kembali belajar
Mempelajari apapun itu
Termasuk mereview apa yg telah lewat
Masih banyak yg tak kutahu
Masih banyak yg sulit kuterima
Dari tahap tahap itulah aku akan berbenah sedikit demi sedikit
Ditempat ini aku membenci diam dan keheningan,
Membuatku merindu apa yang kujalani dulu
Rutinitas yg dulu ingin kutinggalkan
Malah kini sangat ingin kulakukan lagi
Aku rindu rasa dibutuhkan
Aku rindu detak detik jam yang berlalu cepat
Aku rindu kekumalan itu dan semua detail detailnya
Tempat yang dulu selalu membuatku merasa di remehkan, betapa ingin kudekap dan kuraba erat
November telah tiba
Namun belum kuketahui juga sebagai apa aku berlakon
Apakah aku sepenjaga, ataukah aku si pencari?
Rasanya, aku hanya ingin tempat itu, tempat aku bisa menguapkan rindu..
Iyatt
8 november 2015
Hujan buatan telah turun...
Kamis, 22 Oktober 2015
Sista birthday post..
Lahir dari rahim yang sama tidak membuat kami memiliki tabiat dan sifat yang sama. Kakak adalah si ekstrovert yg selalu sukses membangun relasi dengan siapapun. Sementara aku adalah si adik introvert yg lebih menggilai kesendirian dan selalu diselaputi keanehan.
Memutuskan untuk tinggal dan bekerja di lingkungan kakak membuatku tahu segala sesuatu tentangnya yg selama ini tidak kutahu ataupun kadang salah kuinterpretasikan.
Biasanya aku hanya menghadapinya pada musim musim tertentu, semisal musim lebaran ketika ia pulang kerumah. saat itu yang kutahu kakak hanyalah si nona ratu shopping yang bawel. Namun mengenalnya setiap hari dalam suasana kerja membuatku sadar bahwa aku memang salah interpretasi. Kakak adalah pekerja keras yang pintar, kepribadian kerjanya sekarang mungkin adalah hasil akumulasi tempaan waktu dan situasi sebelumnya. Buah yg ia petik sekarang bukan semata dari pohon ajaib yg tiba tiba tumbuh dibelakang rumah dalam semalam tapi hasil menanam bibit, hingga tumbuh bertunas dan menghasilkan buah.
Berada dalam lingkungan kerja yang sama, membuatku sadar kami berada dalam kasta yang berbeda. Hubungan adik kakak tiba saja lindap. Ia berubah menjadi orang lain yang tak pernah bisa kujengkali.
Tapi sebenarnya bukan itu yg kutakutkan. Aku hanya takut orang orang membuat komparasi terhadap kami. Dunia dan realitas yang kompetitif ini menjadikan orang orang peka dan pintar membandingkan. Orang- orang hanya akan terus menilai. Padahal aku tetap saja si adik yg introvert. Dan kakak tetap saja menjadi si supel ekstrovert.
Edisi curhat di ulang tahun kakak
Happy birthday, Allah Bless You as Always
Iyat
Memutuskan untuk tinggal dan bekerja di lingkungan kakak membuatku tahu segala sesuatu tentangnya yg selama ini tidak kutahu ataupun kadang salah kuinterpretasikan.
Biasanya aku hanya menghadapinya pada musim musim tertentu, semisal musim lebaran ketika ia pulang kerumah. saat itu yang kutahu kakak hanyalah si nona ratu shopping yang bawel. Namun mengenalnya setiap hari dalam suasana kerja membuatku sadar bahwa aku memang salah interpretasi. Kakak adalah pekerja keras yang pintar, kepribadian kerjanya sekarang mungkin adalah hasil akumulasi tempaan waktu dan situasi sebelumnya. Buah yg ia petik sekarang bukan semata dari pohon ajaib yg tiba tiba tumbuh dibelakang rumah dalam semalam tapi hasil menanam bibit, hingga tumbuh bertunas dan menghasilkan buah.
Berada dalam lingkungan kerja yang sama, membuatku sadar kami berada dalam kasta yang berbeda. Hubungan adik kakak tiba saja lindap. Ia berubah menjadi orang lain yang tak pernah bisa kujengkali.
Tapi sebenarnya bukan itu yg kutakutkan. Aku hanya takut orang orang membuat komparasi terhadap kami. Dunia dan realitas yang kompetitif ini menjadikan orang orang peka dan pintar membandingkan. Orang- orang hanya akan terus menilai. Padahal aku tetap saja si adik yg introvert. Dan kakak tetap saja menjadi si supel ekstrovert.
Edisi curhat di ulang tahun kakak
Happy birthday, Allah Bless You as Always
Iyat
Selasa, 20 Oktober 2015
Rembulan Jingga Sesore ini
Semua tetap asing, jiwaku tak mampu melebur
Sepanjang jalan setapak kecil yg penuh liku dan selalu dibalut kabut asap,
Aku merenungi tahap demi tahap perjalanan
Rembulan jingga itu tetap ada, di langit asing yang masih sama
Namun ia tak pernah terasa asing
Menemani dan menjadi teman imajiner setia
Wahai rembulan jingga, langit belum gulita
Tapi mengapa biasmu begitu kentara
Adakah kau mampu memindai hatiku
Yang kadang hanya mampu memendam
Adakah kau mampu menerjemahkan keluhku yang tak mampu bersuara
Rembulan jingga
Mengapa kau hadir sesore ini
Dalam sapuan sepanjang setapak kecilku
Iyatt
About inferior person
Di oktober -yang anehnya- masih kemarau
Sepanjang jalan setapak kecil yg penuh liku dan selalu dibalut kabut asap,
Aku merenungi tahap demi tahap perjalanan
Rembulan jingga itu tetap ada, di langit asing yang masih sama
Namun ia tak pernah terasa asing
Menemani dan menjadi teman imajiner setia
Wahai rembulan jingga, langit belum gulita
Tapi mengapa biasmu begitu kentara
Adakah kau mampu memindai hatiku
Yang kadang hanya mampu memendam
Adakah kau mampu menerjemahkan keluhku yang tak mampu bersuara
Rembulan jingga
Mengapa kau hadir sesore ini
Dalam sapuan sepanjang setapak kecilku
Iyatt
About inferior person
Di oktober -yang anehnya- masih kemarau
Langganan:
Postingan (Atom)